PEMAHAMAN STUDI AL-QUR’AN
Dosen Pembimbing : Tafsiruddin, S. Sos, M. Pd.
I
OLEH KELOMPOK 2 :
Ø Muhammad
Mauladi NIM
: 11840114094
PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2018/2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga kami dapat merampungkan
penyusunan makalah Studi Al-Qur’an dengan judul "PEMAHAMAN STUDI
AL-QUR’AN" tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuan
berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya. Untuk itu
tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami dalam merampungkan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih
terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh
karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para
pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini
dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para
pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-makalah
selanjutnya.
Pekanbaru, 3 Oktober 2018
Kelompok 2
HALAMAN JUDUL.................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG................................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH.............................................................................................. 1
C. TUJUAN........................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................... 2
A.
PENGERTIAN
AL-QUR’AN...................................................................................... 2
B.
FUNGSI
AL-QUR’AN................................................................................................. 3
C.
MANFAAT AL-QUR’AN.......................................................................................... 11
BAB III PENUTUP................................................................................................................. 16
A. Kesimpulan.................................................................................................................. 16
B. Kritik dan
Saran......................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... iv
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Al-Qur’an adalah kitab
suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan
penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun
iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui
perantaraan Malaikat Jibril.
Dan sebagai wahyu
pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat
dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Al-Qur’an merupakan salah satu kitab yang
mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat islam dan sampai sekrang
masih terjaga keasliannya. Al-Qur’an memiliki multifungsi dan selalu cocok
dengan fenomina dalam kehidupan ini, hal ini merupakan salah satu mukjizat yang
dimiliki oleh Al-Qur’an.
Penyebaran islam
bertambah luas membuat dan para qurra pun tersebar dan itu memiliki latar belakang yang berbeda
sehingga menimbulkan perbedaan dalam tata cara membaca Al-Qur’an
sejalan dengan perbedaan “huruf” yang dengannya huruf diturunkan. Hal ini
menimbulkan kecemasan dikalangan sahabat tak terkecuali khalifah pada waktu itu
ya itu Usman bin Affan, melihat kejadian hal itu khalifah Usman memerintahkah
dan mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada
padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya.
B.
RUMUSAN MASALAH
2.
Apa saja fungsi-fungsi Al-Qur’an?
3.
Apa manfaat mempelajari Al-Qur’an?
C.
TUJUAN
1.
Memahami apa yang dimaksud dengan Al-Qur’an.
2.
Memahami apa saja fungsi-fungsi Al-Qur’an.
3.
Memahami apa manfaat mempelajari Al-Qur’an.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
AL-QUR’AN
Secara etimologi (bahasa) Al-Qur’an merupakan masdar dari
kata qaraah yag berarti yang berarti Tala’a, keduanya berarti membaca
atau bermakna jamak yaitu, mengumpulkan atau mengoleksi. Sedangkan menurut
Quraish sihab adalah bacaan yang tertulis.
Di kalangan para ulama dijumpai adanya perbedaan pendapat di sekitar
pengertian Al-Qur’an secara etimologi. di antaranya: As-Syafi’i mengatakan
bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari kata apa pun, dan bukan pula ditulis dengan
hamzah. Lafadz tersebut sudah lazim
dipergunakan dalam pengertian kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW. Sementara Al-Farra berpendapat bahwa lafadz al-Qur’an
berasal dari kata qarain jamak dari kata qarinah yang berarti kaitan;
karena dilihat dari segi makna dan kandungannya ayat-ayat al-Qur’an itu satu
sama lain saling berkaitan.[1]
Al- Qur’an adalah cahaya yang sangat terang dalam
kalimat-kalimat dan huruf-hurufnya di alam azali nan abadi. Al-Quran
adalah suara alam malaikat yang ditunjukkan kepada pikiran manusia dan
jin. Ketika keindahan Al-Qur’an menyentuh kalbu seorang yang beriman, maka ia
merasa bahwa Al-Qur’an sangat tinggi ilmu balaghah-nya dan
tata-aturannya sangat indahannya tidak akan pernah habis. Keagungan Al-Qur’an
akan tetap berjalan sepanjang masa, hingga hari kiamat kelak. Perkara-perkara
menakutkan yang membuat didalamnya sanggup menjadikan gemetar kalbu para jin
dan ruh yang jahat. Meskipun alam semesta menganggap setiap ayat Al-Qur’an
memancarkan rahasia-rahasia alam atas.
Setiap ayat didalam bangunan Al-Qur’an akan
mengagungkan para pembacanya yang mengerti, sampai Al-Qur’an akan menyinari
wajah pembacanya, dan menjadikan semua orang pandai berpikir. Sebab, ayat demi
ayat di dalamnya mampu menyinari kalbu yang gelap dan pesimis, menjadi kalbu
yang terang lagi optimis. Ayat demi ayat di dalam kandungan Al-Qur’an akan
menimbulkan berbagai kekaguman yang baru bagi paca pembaca yang bersedia
menggunakan akal sehat mereka, sehingga dapat menerangkan kandungan Al-Qur’an
dengan mudah, dan dapat di mengerti oleh semua kalangan.
Pada saat manusia mencari jawaban atas seluruh
persoalan hidup selama ribuan tahun, khususnya berbagai permasalahan yang tidak
dimengerti oleh mereka, maka jawabannya terdapat didalam Al-Qur’an. Al-Qur’an
menunjukkan hubungannya yang solid dengan manusia yang menunggu jalan keluar
untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang sulit. Segera setelah itu,
manusia dapat menjawab segala kesulitan yang selama itu membingungkan akal
mereka[2]
Berbagai macam istilah yang digunakan dalam
pengumpulan Al-Qur’an. Mengutip Subhi As-Shalih bahwa penghimpunan al
Quran memiliki dua pengertian. Keduanya disebutkan dalam nash. Dalam al Qiyamah
17 Allah berfirman:
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
“Sesungguhnya atas tanggungan
Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.”
Kata menghimpunnya (jam’ahu) bermakna
penghafalannya. Orang-orang yang hafal Al-Qur’an disebut Jumma’aul Qur’an atau Huffadzul
Qur’an. Makna yang lain dari kata penghimpunan (jam’ahu) ialah penulisan yakni
penulisan seluuh Al Quran yang memisahkan masing-masing ayat dan surah atau
hanya mengatur susunan semua ayat Al Quran saja dan susunan tiap surah di dalam
suatu shahifah tersendiri atau mengatur susunan semua ayat dan surah di dalam
beberapa shahifah yang kemudian disatukan sehingga menjadi suatu koleksi yang
merangkum semua surah yang sebelumnya telah disusun satu demi satu.[3]
Sedangkan menurut Taufiki Adnal Amal ialah
unit-unit wahyu yang diterima Muhammad pada faktanya dipelihara dari kemusnahan
dengan dua cara utama: menyimpannya ke dalam dada manusia atau menghafalkannya
dan merekamnya secara tertulis di atas berbagai jenis bahan untuk menulis. Jadi
ketika para sarjana muslim berbicara tentang jam’ul quran pada masa Nabi maka
yang dimaksudkan dengan ungkapan ini pada dasarnya ialah pengumpulan wahyu yang
diterima Nabi melalui kedua cara tersebut baik sebagian maupun seluruhnya.[4]
B.
FUNGSI
AL-QUR’AN
Al-Qur’an
adalah dokumen untuk umat manusia. Bahkan kita ini sendiri menamakan dirinya
petunjuk bagi manusia.[5] Allah
SWT berfirman Dalam QS: Al-Baqarah : 185 & 2 :
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ ﴿۲﴾
“kitab
(Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada isinya, petunjuk bagi orang-orang yang
bertaqwa”. (Q. S: Al-Baqarah : 2).[6]
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍفَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿۱٨۵﴾
“(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang
siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan
hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah
atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.
S: Al-Baqarah : 185).
Ayat
tersebut mengisyaratkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang didesain
sedemikian rupa sehingga jelas bagi umat manusia dengan petunjuk itu manusia
bisa membedakan mana yang hak dan bathil. Inilah sesungguhnya
fungsi Al-Qur’an, yaitu sebagai pedoman hidup umat manusia. Karena itu bila
Al-Qur’an dipelajari dengan benar dan sungguh-sungguh maka isi kandungannya
akan membantu Kita menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman untuk
menyelesaikan berbagai problem hidup.[7]
Adapun
fungsi Al-Qur’an yang lainnya adalah:
1.
Pengganti
kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT.
2.
Tuntunan
serta hukum untuk menempuh kehidupan.
3.
Menjelaskan
masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu.
4.
Sebagai
Obat penawar (syifa’) bagi segala macam penyakit, baik
penyakit rohani maupun jasmani. Seperti Firman Allah SWT dalam Q.S. Yunus: 57,
Al-Isra’: 82, dan Fushilat: 44.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿۵۷﴾
“Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman.” (Q. S. Yunus : 57).
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا ﴿٨۲﴾
Dan
Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman, dan (Al-Quran itu) tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian”. (Q.
S. Al-Isra' : 82).
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَعَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ ﴿٤٤﴾
“Dan
jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa lain selain bahasa
Arab tentulah Mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”.
Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?.
Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi
orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga
Mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi Mereka. Mereka
itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat
yang jauh.” (Q. S. Fushshilat : 44).
5.
Sebagai
pembenar kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurat, Zabur, dan Injil.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Fathir: 31 dan Al-Maidah: 48.
وَالَّذِي أَوْحَيْنَا
إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ إِنَّ اللَّهَ
بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ ﴿۳۱﴾
“Dan
apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) adalah Al-Kitab (Al Qur’an)
itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya.” (QS.
Fathir: 31).
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّلِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْبِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٤٨﴾
“Dan
Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan
apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu
ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka
menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka
dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang
terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat
(saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu
semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS.
Al-Ma’idah: 48).
6.
Sebagai
pelajaran dan penerangan. Seperti dalam firman Allah SWT dalam QS. Yasin: 69.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ
وَقُرْآنٌ مُبِينٌ ﴿٦۹﴾
“Al
Quran itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.” (QS.
Yaa Siin: 69).
7.
Sebagai
pembimbing yang lurus. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi: 1-2,
Al-An’am : 126 & 153, Al-Isra’: 9, dan Al-Baqarah : 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي
أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا ﴿۱﴾ قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ
الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا ﴿۲﴾
“Segala
puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan
Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya {1}
Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat
pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang
beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan
yang baik {2}.” (QS. Al-Kahfi: 1-2).
وَهَذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ ﴿۱۲٦﴾
“Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah
menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.” (QS. Al-An’am:
126)
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿۱۵۳﴾
“Dan
bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah
dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan
itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan
Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS.
Al-An’am: 153).
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ
يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ
الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا ﴿۹﴾
“Sesungguhnya Al-Qur’an
ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar
gembira kepada orang-orang Mu’min
yang mengerjakan
amal sholih, bahwa
bagi mereka ada pahala yang besar.” (Q.
S. Al-Isra’: 9).
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ
رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ ﴿۲﴾
“Kitab
(Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 2).
8.
Sebagai
pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi yang meyakininya. Seperti Firman
Allah SWT dalam Q. S. Al Jatsiyah: 20, Ibrahim: 1, Al-hadid: 9, Al-Thalaq:
10-11, Al-Maidah: 15-16, dan Al-Ankabut: 51.
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ
وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ ﴿۲٠﴾
“Al-Quran
ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
meyakininya.” (Q. S. Al Jatsiyah: 20).
الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿۱﴾
“Alif
laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu
mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan
izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Terpuji.” (Q. S. Ibrahim: 1).
هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ
عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى
النُّورِ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ ﴿۹﴾
“Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al
Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.”(Q.
S. Al-Hadid: 9).
أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ
عَذَابًا شَدِيدًا فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الألْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا
قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا ﴿۱٠﴾ رَسُولا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ
رِزْقًا ﴿۱۱﴾
“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada
Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman.
Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu{10}, (Dan mengutus)
seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan
(bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa
beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan
memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki
yang baik kepadanya {11}.” (Q. S.
Al-Thalaq: 10-11).
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ ﴿۱۵﴾يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿۱٦﴾
“Hai
Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu
banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang)
dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab
yang menerangkan {15}. Dengan kitab itulah
Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki
mereka ke jalan yang lurus {16}.” (Q. S. Al-Maidah: 15-16).
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿۵۱﴾
“Dan
apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al
Kitab (Al Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al
Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (Q.
S. Al-Ankabut: 51).
9.
Sebagai
pengajaran. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalam: 52, dan Ali Imran:
138.
وَمَا هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ﴿۵۲﴾
“Dan
tiadalah ia (Al Qur-an), melainkan pengajaran untuk semesta alam.” (Q.
S. AI-Qalam: 52).
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ ﴿۱۳٨﴾
“(Al
Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta
pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.
S. Ali-Imran: 138).
10.
Sebagai
petunjuk dan kabar gembira. Sebagaimana Firman Allah
SWT dalam Q. S. Al-Nahl: 89.
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىلِلْمُسْلِمِينَ ﴿٨۹﴾[8]
“(Dan
ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi
atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi
saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab
(Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan
kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (Q.
S. Al-Nahl: 89).
11.
Sebagai
pembanding atau pembeda (Furqan) antara yang haq dan bathil.
Seperti Firman Allah SWT dalam Q. S. Al-Baqarah [2]: 185.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍفَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿۱٨۵﴾
“(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang
siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan
hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah
atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.
S. Al-Baqarah : 185).
12.
Sebagai
pengajaran/pembentang/penjelas (tibyan) segala sesuatu akan
ilmu pengetahuan dan rahasia-rahasia alam dunia dan akhirat. Seperti Firman
Allah SWT dalam QS. Ali Imran: 138, dan QS. Yusuf: 111.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ﴿۱۱۱﴾
“Sesungguhnya
pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai
akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan rahmat bagi
kaum yang beriman.” (Q. S. Yusuf : 111).
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ ﴿۱۳٨﴾
“(Al
Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta
pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.
S. Ali-Imran: 138).
13.
Sebagai
tali Allah yang harus diikat kuat dan digenggam teguh dalam hati dan kehidupan,
khususnya bersama-sama agar tidak bercerai-berai. Seperti dalam Firman Allah
SWT dalam Q. S. Al-Zukhruf: 43, dan Ali Imran: 102-103.
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿٤۳﴾
“Maka
berpeganglah teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu.
Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” (Q.
S. Al-Zukhruf : 43).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴿۱۰۲﴾ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْكُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْتَهْتَدُونَ ﴿۱۰۳﴾
“Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam {102}. Dan
berpeganglah kamu semuanya kepadatali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah
berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk {103}.” (Q. S. Ali Imran: 102-103).
14.
Sebagai tadzkirah (peringatan)
bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan terhadap kepemimpinan Al-Qur’an.
Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Thaha: 1-4 & 123-124.
طه ﴿۱﴾مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى ﴿۲﴾إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى ﴿۳﴾ تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلاَ ﴿٤﴾
“Thaahaa{1}. Kami
tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah {2}; tetapi
sebagaiperingatan bagi orang yang takut (kepada Allah) {3}. Yaitu
diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi {4}.” (Q.
S. Thaha: 1-4).
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى ﴿۱۲۳﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيفَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿۱۲٤﴾
“Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua
dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain.
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti
petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka {123}.”
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat
dalam keadaan buta {124}.” (Q. S. Thaha: 123-124).
15.
Sebagai
pengawas (Muhaiminun) dan penjaga atas kitab-kitab samawi lainnya,
tidak hanya membenarkan masalah aqidah, akan tetapi masalah syariat alamiyah
juga. Al-Qur’an juga menetapkan sebagian hukum-hukum dari kitab sebelumnya dan
mengganti serta mengubah sebagian lainnya.[9] Seperti
Firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah: 48.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ
الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا
تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ
شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً
وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى
اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ
تَخْتَلِفُونَ ﴿٤٨﴾
“Dan
Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan
apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu
ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka
menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka
dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat
diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. (Q.
S. Al-Maidah: 48).[10]
C. MANFAAT AL-QUR’AN
Hadits yang
diriwayatkan oleh Muslim, yakni Dari Abi Umamah ra. Ia berkata :
اقرأوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم
الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابه
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘ Bacalah
olehmu Al-Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat
bagi para pembacanya (penghafalnya)‘”
Hal ini dapat diketahui bahwa terdapat banyak
manfaat jika kita membaca Al-Quran. Berikut adalah uraian lengkap tentang
manfaat Al-Quran bagi kehidupan, yaitu :
1) Menjadi
Manusia yang Baik
Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang terbaik
diantara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Quran,
sesuai dengan sabdanya,
خَيْرُكُمْ مَنْ
تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran
dan yang mengajarkannya“ (HR. Bukhari).
Oleh karena itu, orang yang terbaik didunia ini
bukanlah orang-orang yang mempunyai derajat dan jabatan tinggi, bukan pula
orang yang memiliki harta kekayaan yang berlebihan. Tetapi, orang terbaik
disisi Allah SWT adalah orang yang mau belajar Al-Quran dan mengajarkannya
kepada orang lain.
2) Memberikan
Kedamaian dan Ketenangan
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d
ayat 28, yang artinya :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا
بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah-lah hati menjadi tenteram“
3) Mendapatkan
Sakinah, Rahmat, serta Dinaungi para Malaikat
Hal ini berdasar kepada HR. Muslim, yakni
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ
مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ
إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ
وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه
“Tidaklah suatu kaum berkumpul disuatu masjid
daripada masjid-masjid Allah, mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya
kecuali akan turun kepada mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat,
malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan makhluk
yang ada disisi-Nya.“ (HR.
Muslim, no. 2699)
4) Mendatangkan
Syafa’at pada Hari Kiamat
اقرأوا الْقُرْآن
فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابه
“Bacalah Al-Quran ! Sesungguhnya ia pada hari kiamat
akan datang memberikan syafa’at kepada pembacanya“ ( HR. Muslim)[11]
5) Mendapatkan
Pahala yang Banyak
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh
Tirmidzi, yakni
مَنْ قَرَأَ
حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ
أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الـم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ
وَمِيمٌ حَرْفٌ.
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari
Kitabullah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan akan
dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu
huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.“
6) Mendapatkan
Derajat yang Lebih Tinggi
الَماهر
باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ الكِرَامِ الَبَرَرَةِ وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ
وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران
“Orang yang ahli dalam Al-Quran akan bersama dengan
para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata
membaca Al-Quran dan dia bersusah payah mempelajarinya, maka baginya dua
pahala.“ (HR.
Bukhari).
7) Penghilang
Segala Keraguan
Al-Quran menjelaskan mana yang sesungguhnya benar,
disertai penjelasan bukti-bukti yang ada. Kebenaran-nya dengan sendirinya
menghilangkan segala keraguan.
8) Hidup
yang Seimbang
Al-Quran menuntun kita untuk bersikap moderat (seimbang)
dalam segala hal. Melarang kita untuk berlebih-lebihan.
9) Terbebas
dari Aduan Rasulullah SAW
Pada hari kiamat ada beberapa manusia yang akan
diadukan oleh Rasulullah SAW dihadapan Allah SWT. Namun, jika kita terus
membaca dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Quran maka kita akan terbebas dari
aduan tersebut.
10) Sebagai
pelebur dosa
Alquran yang mengingatkan kita akan dosa-dosa dan
mencegah kita terjerumus kembali kedalam perbuatan-perbuatan yang menimbulkan
dosa.
11) Dipenuhi
rasa tenang
Orang yang membaca Al-Quran akan selalu berada dalam
kegembiraan dan penuh harapan, disaat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan
dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman
ayat-ayat-Nya yang lembut.
12) Memudahkan
segala rizki
Manfaat alquran akan membuka pintu keberkahan,
memperkuat keimanan, ketaqwaan dan penjagaan diri.
13) Mendapatkan
Banyak Nikmat
Asy Syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah
tafsirnya,
“Hidup dalam naungan Al-Quran adalah nikmat. Nikmat
yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan
menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.“
14) Membersihkan
Penyakit Hati
Penyakit hati adalah penyakit yang bersifat
batiniyah atau rohaniyah. Contoh penyakit hati seperti, sombong, riya, tamak,
dan lain sebagainya. Dengan membaca Al-Quran, penyakit hati secara perlahan
dapat dibersihkan. Hal ini sesuai dengan Hadits Baihaqi dari Abdullah bin Umar,
yakni
“Sesungguhnya hati ini (bisa) berkarat sebagaimana
besi apabila terkena air. “
Seorang sahabat bertanya, bagaimana cara
menghilangkan karat tersebut, ya Rasulullah ? Beliau menjawab :
“Perbanyak dzikir dan membaca Al-Quran.“
Didalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang
menjelaskan bahwa ia bisa menjadi obat penawar penyakit yang ada dalam dada.
Yang dimaksud dengan penyakit yang ada dalam dada adalah penyakit hati.
15) Keutamaan
dalam Meminta
Hal ini berdasar kepada HR. At-Turmudzi, yakni
مَنْ شَغَلَهُ
الْقُرْآنُ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي
السَّائِلِينَ ، وَفَضْلُ كَلاَمِ اللهِ عَلَى سَائِرِ الكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ
عَلَى خَلْقِهِ
“Siapa saja yang disibukkan oleh Al-Quran dalam
rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan
sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang
yang telah meminta. Dan Keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh Kalam
selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.“
16) Mengingat
Allah SWT
Orang yang membaca Al-Quran akan senantiasa ingat
Allah dan kembali kepada-Nya.
17) Kecukupan
Nikmat
Orang yang membaca Al-Quran akan selalu berada dalam
kecukupan dan nikmat Allah SWT.[12]
A.
Kesimpulan
Itulah Al-Qur’an karya yang sangat orisinil. Di
dalamnya tidak ada keraguan sama sekali, tidak mengada-ada, tiada kebohongan.
Di dalamnya tidak terdapat khayalan seorang penyair, penggubah, musisi dan
lain-lain. Gaya bahasanya sangat khas dan memukau, tiada bandingannya dan
sangat berbeda dengan syair-syair, tulisan-tulisan atau apapun yang merupakan
hasil buatan dan karya cipta dari manusia, jin, malaikat, hewan maupun
tumbuhan.
Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT
kepada baginda Rasulullah SAW sebagai petunjuk, pedoman, pengingat, perintah,
kabar baik, peringatan, dan bahkan mukzijat dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad
SAW untuk membuktikan kenabian dan kerasulan-Nya. isi Al-Qur’an itu
bersifat universal, bahkan semua ilmu pengetahuan secara garis
besar terkandung di dalam isi Al-Qur’an tersebut.
Sesungguhnya fungsi Al-Qur’an, yaitu sebagai
pedoman hidup umat manusia. Karena itu bila Al-Qur’an dipelajari dengan benar
dan sungguh-sungguh maka isi kandungannya akan membantu Kita menemukan
nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman untuk menyelesaikan berbagai problem
hidup
Seperti yang telah diketahui, bahwa Al-Quran
adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman
dan pegangan bagi seluruh umat manusia (tidak terbatas hanya kepada umat muslim
saja). Pedoman dan pegangan inilah yang akan menuntun kita kearah yang lebih
baik untuk mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.
Demikianlah makalah tentang “Pemahaman
Studi Al-Qur’an” yang telah kami paparkan. Kami menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik yang membangun dari pembaca sangat
kami harapkan untuk perbaikan. Harapan kami, semoga makalah ini dapat memberi
pengetahuan baru dan bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Kholis
Nur, M. Ag, Pengantar Studi Al-Qur’an dan Hadits, (Yogyakarta: Teras, 2008)
Gulen Muhammad Fathullah, Cahaya Al-Qur’an
Bagi Seluruh Makhluk, (Jakarta: Republika, 2011)
Subhi as Shalih, Membahasa Ilmu-Ilmu Al Quran, (Jakarta:
Pustaka Firdaus, 2004)
Amal Taufik Adnal, Rekonstruksi Sejarah Al Quran, (Jakarta:
Pustaka Alvabet, 2005)
Rahman
Fazlur, Tema Pokok Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 2017)
Surin Bachtiar. Terjemah dan Tafsir
Al-Qur’an 30 juz huruf arab dan latin, (Bandung: Fa Sumatra, 1976)
Shihab Quraish, Wawasan
Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 2000)
Zahabi M. Husain. Israiliyat dalam Tafsir dan Hadits,
(Jakarta: Litera Antar-Nusa, 1993)
https://manfaat.co.id/17-manfaat-membaca-alquran
[2] Muhammad Fathullah Gulen, Cahaya Al-Qur’an Bagi Seluruh Makhluk, (Jakarta:
Republika, 2011), hlm. 1-2.
[6] Bachtiar Surin. Terjemah dan Tafsir Al-Qur’an 30 juz huruf arab
dan latin, (Bandung: Fa Sumatra, 1976), hal. 4
[9] M. Husain Zahabi. Israiliyat
dalam Tafsir dan Hadits, (Jakarta: Litera Antar-Nusa, 1993), hal. 2
[12] https://manfaat.co.id/17-manfaat-membaca-alquran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar