PENGERTIAN SISTEM DAN DASAR PENGEMBANGAN
MASYARAKAT ISLAM
Dosen Pembimbing : Muhammad Harris, S. Kom, M.
Sos
Revisi Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas pribadi Pendekatan
Sistem dalam Pengembangan Masyarakat
OLEH KELOMPOK 1:
Muhammad Mauladi NIM
: 11840114094
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2020/2021
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga saya dapat merevisi
kembali makalah Pendekatan Sistem dalam Pengembangan Masyarakat dengan judul “Pengertian Sistem dan Dasar Pengembangan
Masyarakat Islam” tepat pada waktunya.
Penyusunan dan revisi makalah semaksimal mungkin saya
upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya.
Untuk itu tidak lupa saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dan bapak dosen pembimbing selaku memberi saya
masukan untuk merampungkan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, saya
kembali menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi
penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada saya kembali membuka
selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki
makalah ini.
Akhirnya saya sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan saya dapat menginspirasi
para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada
makalah-makalah selanjutnya.
Pekanbaru, 7 Juni 2020
Muhammad Mauladi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................................... 1
C. Tujuan............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................... 2
A.
Pengertian Sistem........................................................................................................... 2
B.
Pengertian Pengembangan Masyarakat Islam................................................................ 4
C.
Nilai
Dasar dalam Pengembangan Masyarakat Islam.................................................... 6
BAB III PENUTUP................................................................................................................... 8
A. Kesimpulan..................................................................................................................... 8
B.
Kritik dan Saran.............................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... iv
BAB I
PANDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara
umum dapat dipahami bahwa manusia akan selalu berproses untuk mencapai sebuah
tatanan yang ideal. Makna yang terkandung didalamnya menyangkut tujuan
memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi menuju terciptanya manusia
yang seutuhnya.
Perkembangan
yang ada pada masyarakat tidak bisa terlepas dari realitas individu ini berarti
bahwa akan terbentuk dari individu-individu yang berinteraksi dan pada
gilirannya akan membentuk komunikasi tertentu yang menjunjung sebuah nilai dan
etika bersama untuk mencapai tujuan bersama pula, sehingga keterkaitan
antara individu merupakan suatu keniscayaan dalam ummat atau masyarakat untuk
mencapai kehidupan yang memanusiakan manusia, dalam kerangka tersebut
penghargaan terhadap diri serta pengembangan potensi adalah hal yang menjadi
konsen dan proyek pembentukan awalnya. Untuk itu saya akan membahas lebih dalam mengenai
makalah ini dengan tema sistem dan dasar pengembangan masyarakat Islam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan sistem?
2. Apa yang
dimaksud dengan Pengembangan Masyarakat Islam?
3. Apa saja nilai dasar dalam Pengembangan Masyarakat Islam?
C. Tujuan
1. Memahami
defenisi dari sistem.
2. Memahami maksud
dari Pengembangan Masyarakat Islam.
3.
Mengetahui nilai dasar
dalam Pengembangan Masyarakat Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan
yang terdiri komponen atau elemenyang dihubungkan bersama untuk memudahkan
aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set
entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali
bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian
yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki
item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan
suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling
berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai
penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam
forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan
untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi
beragam. Disini menurut
pemahaman saya sebuah sistem paling umum diartikan adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Artinya, makna dari sistem tersebut beragam
hanya saja yang menjadi pembeda adalah objek dari kata sistem yang kita gunakan
mengarah kemana dan hal ini akan merubah arti dari sistem tersebut.
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda,
tetapi meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua
sistem pada bidang-bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu
sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi
antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus
mempunyai tujuan yang akan dicapai.
Suatu sistem dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai seperangkat
elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.[1]
Sedangkan menurut Gordon B. Davis, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Disini saya memahami bahwa sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan
atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis
adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan Prajudi Atmosudirjo menyatakan bahwa suatu sistem terdiri
atas objek-objek atau unsur-unsur atau komponen-komponen yang berkaitan dan
berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut
merupakan sebuah kesatuan pemrosesan atau pengolahan tertentu.[2]
Jadi, dapat saya simpulkan menurut pemahaman saya bahwa
sistem adalah seperangkat elemen baik didalam nya terdapat unsur berproses
maupun pengelolaan diri yang digabungkan satu dengan lainnya
untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari manusia, mesin,
prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen
tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu sama lain, juga berhubungan
dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Terdapat beberapa definisi sistem dari para ahli, yaitu:
·
Gordon
B. Davis, Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang
beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
·
Raymond
Mcleod, Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan
sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Pengertian sistem menunjuk kepada suatu konsep yang menggambarkan
sekumpulan unsur yang membentuk suatu fungsi. Sistem juga merupakan “Kumpulan atau
group dari bagian atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang
berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai
suatu tujuan tertentu”.
Analisa disini menurut pemahaman saya berdasarkan
pengertian di atas, sistem merupakan:
Ø Bagian dari berbagai unsur atau elemen.
Ø Adanya hubungan diantara elemen sistem baik yang tampak maupun tidak tampak.
Ø Berfungsinya suatu elemen mempengaruhi elemen lainnya
Ø Yang membentuk suatu kesatuan dan mempunyai tujuan yang jelas.
Ø Fungsinya adalah menyelesaikan suatu kesatuan untuk tercapainya tujuan.
Konsep dasar sistem menekankan pada dua pendekatan yaitu prosedur
dan elemen. Pendekatan prosedur menunjuk pada jaringan kerja yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Disamping itu, pendekatan pada
komponen/elemen menunjuk pada interaksi elemen-elemen untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.[3]
B.
PENGERTIAN
PENGEMBANGAN
MASYARAKAT ISLAM
Secara umum pengembangan masyarakat (community development) dalam
bahasa Arab disebut dengan tathwirul mujtama’ il-islamiy adalah kegiatan
pengembangan masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana, terorganisir, dan
diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial,
ekonomi, dan kualitas kehidupan yang lebih baik.[4]
Ibnu Khaldun mengatakan bahwa secara etimologi pengembangan berarti
membina dan meningkatkan kualitas. Masyarakat Islam berarti kumpulan manusia
yang beragama Islam, yang meneliti hubungan dan keterkaitan ideologis yang satu
dengan yang lainnya. Dalam pemikiran sosiologis, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa
manusia itu secara individu diberikan kelebihan, namun secara kodrati manusia
memiliki kekurangan. Sehingga kelebihan itu perlu dibina agar dapat
mengembangkan potensi pribadi untuk dapat membangun.
Selain itu, pengertian pengembangan masyarakat terdapat beberapa
definisi yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:
1.
Menurut
Bhattacarya, pengembangan masyarakat adalah pengembangan manusia yang bertujuan
untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia untuk mengontrol
lingkungannya. Pengembangan masyarakat merupakan usaha membantu manusia
mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk
berorganisasi, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. Menurut pemahaman saya disini lebih singkatnya
adalah manusia didorong untuk mampu membuat keputusan, mengambil inisiatif
dan mampu berdiri sendiri dengan tujuan membawa kepada perubahan.
2.
Menurut
Com. Dev. Handbook, pengembangan masyarakat adalah evolusi terencana dari aspek
ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya yang ada dalam masyarakat. Singkatnya disini menurut pemahaman saya adalah sebuah proses dimana anggota masyarakat melakukan aksi
bersama dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih
baik.
3. Menurut Sudjana, pengembangan masyarakat mengandung arti sebagai
upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh, untuk dan dalam
masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup penduduk dalam semua aspek
kehidupannya dalam suatu kesatuan wilayah.[5] Menurut pemahaman saya singkatnya disini
suatu masyarakat atau kumpulan dari orang-orang yang berpengaruh di masyarakat
dapat melakukan perubahan guna untuk kesejahteraan hidup bersama.
4. Menurut Yayasan
Indonesia Sejahtera, pengembangan masyarakat adalah usaha-usaha yang
menyadarkan dan menanamkan pengertian kepada masyarakat agar dapat menggunakan
dengan lebih baik semua kemampuan yang dimiliki, baik alam maupun tenaga, serta
menggali inisiatif setempat untuk lebih banyak melakukan kegiatan investasi
dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik.[6]
Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan
kehidupan dalam suatu kesatuan wilayah ini mengandung makna bahwa pengembangan
masyarakat dilaksanakan dengan berwawasan lingkungan, sumber daya manusia,
sosial maupun budaya, sehingga terwujudnya pengembangan masyarakat yang
berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan masyarakat
Islam merupakan sebuah proses peningkatan kualitas hidup melalui individu,
keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan kekuasaan diri dalam pengembangan
potensi dan skill, wawasan dan sumber daya yang ada untuk membuat keputusan dan
mengambil tindakan mengenai kesejahteraan mereka sendiri sesuai dengan
petunjuk-petunjuk Islam.
Community Development Program (Program Pengembangan Masyarakat)
merupakan suatu progam/proyek yang bertujuan untuk mempercepat penanggulangan
kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan
kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat dan kelembagaan dalam
penyelenggaraan pembangunan.
C.
NILAI
DASAR DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
Kegagalan program pengembangan masyarakat baik yang dikerjakan
pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha dan masyarakat
sendiri dikarenakan nilai-nilai normatif yang sedianya di implementasikan dalam
kegiatan tersebut tidak berjalan dengan baik. Banyak program pengembangan
masyarakat yang tidak memiliki dampak apa-apa karena adanya budaya korupsi, kolusi
dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaannya.
Nilai-nilai yang melandasi
pengembangan masyarakat islam yaitu:
1.
Nilai
kejujuran (transparansi), berdasarkan pemahaman saya mengenai nilai ini harus
melekat pada setiap insan-insan yang mengelola atau terlibat dalam kegiatan pengembangan
tersebut karena sebagai dasar untuk mewujudkan keberhasilan program tersebut.
2.
Nilai
keadilan, keadilan berarti bahwa pelaksananan pengembangan masyarakat tersebut
memberikan peluang yang sama kepada seluruh kelompok sasaran baik secara teknis
maupun penguatan kapasitasnya. Adil dan merata adalah nilai yang perlu
ditanamkan dalam kegiatan tersebut.
3.
Nilai
kepercayaan (trust), berdasarkan pemahaman saya mengenai nilai kepercayaan
ini barati bahwa
pelaksana maupun kelompok sasaran yang akan diberdayakan dapat di percaya untuk
turut terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat kemudian sebaliknya, masyarakat juga harus
percaya kepada pelaksana pemberdaya hingga saling mengerti dan saling memahami. Tujuannya
untuk terciptanya hidup yang sejahtera.
4.
Nilai
kebersamaan dan saling tolong menolong, melalui kebersamaan, indikator antarhubungan
di dalam suatu proyek, program dari permasalahan dan kendala yang dihadapi
dalam pengembangan masyarakat akan terasa ringan dan mudah untuk
dilaksankannya.
5.
Nilai
kepedulian, kepedulian berarti komitmen yang tinggi dari anggota masyarakat
yang lain untuk secara sadar berbagi dengan anggota masyarakat yang lainnya.
Berbagi disini berdasarkan
pemahaman saya dapat berupa material maupun
non-mateial. Dalam ajaran islam sendiri-pun sangat dianjurkan untuk dilakukan
umatnya. Dalam Al-Qur’an kata “Sedekah”.
6.
Nilai
berorientasi kepada masa depan, pengembangan masyarakat islam menitikberatkan
pada kehidupan masa depan, dimana bumi tempat kita berpijak merupakan titipan
anak cucu kita, berati kekayaan sumber daya alam tidak boleh diambil semua oleh
kita yang sekarang ini.[7]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pada penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan Pengembangan masyarakat adalah pengembangan manusia yang bertujuan
untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia agar mengontrol
lingkungannya, sehingga dari
potensi yang ada dijadikan bahan unggul untuk bersaing. Tidak menutup
kemungkinan diri sendiri sebagai manusia yang pastinya memiliki kekurangan,
akan tetapi kekurangan itu bisa kita tutupi dengan kelebihan yang di miliki
sebagai daya tarik dalam upaya pemberdayaan masyarakat ini. Terlepas dari itu
sebagai pemberdaya juga dapat menganalisis masalah-masalah dampak yang timbul
di masyarakat serta meminimalisir masalah sosial yang timbul di masyarakat baik
itu dari aspek ekonomi, sosial dan budaya.
Pengembangan masyarakat disini merupakan upaya melakukan perubahan kepada
masyarakat yang belum berdaya dengan usaha membantu manusia mengubah sikapnya
terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk bersaing, berorganisasi,
berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya, dengan tujuan agar dapat
memahami potensi diri sehingga menjadi peluang untuk maju kedepannya membawa
perubahan baik di masyarakat.
B.
Kritik dan Saran
Demikianlah makalah tentang “Pengertian Sistem
dan Dasar Pengembangan Masyarakat Islam” yang telah saya paparkan. Saya sangat menyadari
makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik yang membangun dari
pembaca sangat saya harapkan untuk perbaikan. Harapan saya, semoga makalah ini dapat memberi pengetahuan baru dan bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Abu
Suhu, dkk., 2005. Islam
Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN
Sunan Kalijaga
Annonymous, 2011. Pengembangan Pengorganisasian Masyarakat, Jakarta:
ttp.
Arif
Budimanta dan Bambang Rudito, 2008. Metode dan Teknik Pengelolaan Community Development Jakarta: CSD
Azhar
Susanto. 2000. Sistem Informasi Manajemen Konsep
dan Pengembangannya. Bandung: Linggajaya.
Dr. M. Din Syamsuddin, 2002. Etika membangun Masyarakat Madani, Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.
Robert
G. Murdick, dkk. 1991. Sistem
Informasi untuk Manajemen Modern. Jakarta, Erlangga.
Tata
Sutabri, 2012. Konsep Sistem Informasi, Yogyakarta,
Penerbit ANDI.
[1] Robert G.
Murdick, dkk. Sistem Informasi untuk Manajemen Modern. (Jakarta,
Erlangga, 1991), hlm. 6
[2] Tata Sutabri, Konsep Sistem
Informasi, (Yogyakarta, Penerbit ANDI, 2012), hlm. 16
[3] Azhar Susanto.
Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya. (Bandung: Linggajaya, 2000), hlm. 3
[4] Arif Budimanta
dan Bambang Rudito, Metode dan Teknik
Pengelolaan Community Development (Jakarta: CSD, 2008), hlm. 33.
[5] Abu Suhu, dkk., Islam Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. (Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, 2005), hlm. 27.
[6] Annonymous,
Pengembangan Pengorganisasian Masyarakat,
(Jakarta: ttp., 2011), hlm. 47.
[7] Dr. M. Din Syamsuddin, Etika membangun Masyarakat
Madani, (Jakarta: PT
Logos Wacana Ilmu, 2002), hlm. 95.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar