Rabu, 31 Maret 2021

Pengertian Sistem dan Dasar Pengembangan Masyarakat Islam - Makalah

 

PENGERTIAN SISTEM DAN DASAR PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

 

Dosen Pembimbing : Muhammad Harris, S. Kom, M. Sos

 

Revisi Makalah

Disusun untuk memenuhi tugas pribadi Pendekatan Sistem dalam Pengembangan Masyarakat

 



 

 

 

 

 

 

 

OLEH KELOMPOK 1:

 

                Muhammad Mauladi                      NIM : 11840114094

 

 

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTAN SYARIF KASIM RIAU

2020/2021


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga saya dapat merevisi kembali makalah Pendekatan Sistem dalam Pengembangan Masyarakat dengan judul “Pengertian Sistem dan Dasar Pengembangan Masyarakat Islam” tepat pada waktunya.

Penyusunan dan revisi makalah semaksimal mungkin saya upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dan bapak dosen pembimbing selaku memberi saya masukan untuk merampungkan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, saya kembali menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada saya kembali membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.

Akhirnya saya sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan saya dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-makalah selanjutnya.

 

Pekanbaru, 7 Juni 2020

 

 

Muhammad Mauladi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................................. i

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 1

A.    Latar Belakang................................................................................................................ 1

B.     Rumusan Masalah........................................................................................................... 1

C.     Tujuan............................................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................... 2

A.     Pengertian Sistem........................................................................................................... 2

B.     Pengertian Pengembangan Masyarakat Islam................................................................ 4

C.     Nilai Dasar dalam Pengembangan Masyarakat Islam.................................................... 6

BAB III PENUTUP................................................................................................................... 8

A.    Kesimpulan..................................................................................................................... 8

B.     Kritik dan Saran.............................................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... iv

 


 


BAB I

PANDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Secara umum dapat dipahami bahwa manusia akan selalu berproses untuk mencapai sebuah tatanan yang ideal. Makna yang terkandung didalamnya menyangkut tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi menuju terciptanya manusia yang seutuhnya.

Perkembangan yang ada pada masyarakat tidak bisa terlepas dari realitas individu ini berarti bahwa akan terbentuk dari individu-individu yang berinteraksi dan pada gilirannya akan membentuk komunikasi tertentu yang menjunjung sebuah nilai dan etika bersama untuk mencapai  tujuan bersama pula, sehingga keterkaitan antara individu merupakan suatu keniscayaan dalam ummat atau masyarakat untuk mencapai kehidupan yang memanusiakan manusia, dalam kerangka tersebut penghargaan terhadap diri serta pengembangan potensi adalah hal yang menjadi konsen dan proyek pembentukan awalnya. Untuk itu saya akan membahas lebih dalam mengenai makalah ini dengan tema sistem dan dasar pengembangan masyarakat Islam.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan sistem?

2.      Apa yang dimaksud dengan Pengembangan Masyarakat Islam?

3.      Apa saja nilai dasar dalam Pengembangan Masyarakat Islam?

 

C.     Tujuan

1.      Memahami defenisi dari sistem.

2.      Memahami maksud dari Pengembangan Masyarakat Islam.

3.      Mengetahui nilai dasar dalam Pengembangan Masyarakat Islam.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systÄ“ma) dan bahasa Yunani (sustÄ“ma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemenyang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasimateri atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Disini menurut pemahaman saya sebuah sistem paling umum diartikan adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Artinya, makna dari sistem tersebut beragam hanya saja yang menjadi pembeda adalah objek dari kata sistem yang kita gunakan mengarah kemana dan hal ini akan merubah arti dari sistem tersebut.

Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang-bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.

Suatu sistem dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.[1] Sedangkan menurut Gordon B. Davis, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Disini saya memahami bahwa sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

Sedangkan Prajudi Atmosudirjo menyatakan bahwa suatu sistem terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur atau komponen-komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan sebuah kesatuan pemrosesan atau pengolahan tertentu.[2]

Jadi, dapat saya simpulkan menurut pemahaman saya bahwa sistem adalah seperangkat elemen baik didalam nya terdapat unsur berproses maupun pengelolaan diri yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu sama lain, juga berhubungan dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Terdapat beberapa definisi sistem dari para ahli, yaitu:

·         Gordon B. Davis, Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.

·         Raymond Mcleod, Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.

Pengertian sistem menunjuk kepada suatu konsep yang menggambarkan sekumpulan unsur yang membentuk suatu fungsi. Sistem juga merupakan “Kumpulan atau group dari bagian atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Analisa disini menurut pemahaman saya berdasarkan pengertian di atas, sistem merupakan:

Ø  Bagian dari berbagai unsur atau elemen.

Ø  Adanya hubungan diantara elemen sistem baik yang tampak maupun tidak tampak.

Ø  Berfungsinya suatu elemen mempengaruhi elemen lainnya

Ø  Yang membentuk suatu kesatuan dan mempunyai tujuan yang jelas.

Ø  Fungsinya adalah menyelesaikan suatu kesatuan untuk tercapainya tujuan.

Konsep dasar sistem menekankan pada dua pendekatan yaitu prosedur dan elemen. Pendekatan prosedur menunjuk pada jaringan kerja yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Disamping itu, pendekatan pada komponen/elemen menunjuk pada interaksi elemen-elemen untuk mencapai suatu tujuan tertentu.[3]

 

B.     PENGERTIAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

Secara umum pengembangan masyarakat (community development) dalam bahasa Arab disebut dengan tathwirul mujtama’ il-islamiy adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana, terorganisir, dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas kehidupan yang lebih baik.[4]

Ibnu Khaldun mengatakan bahwa secara etimologi pengembangan berarti membina dan meningkatkan kualitas. Masyarakat Islam berarti kumpulan manusia yang beragama Islam, yang meneliti hubungan dan keterkaitan ideologis yang satu dengan yang lainnya. Dalam pemikiran sosiologis, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa manusia itu secara individu diberikan kelebihan, namun secara kodrati manusia memiliki kekurangan. Sehingga kelebihan itu perlu dibina agar dapat mengembangkan potensi pribadi untuk dapat membangun.

Selain itu, pengertian pengembangan masyarakat terdapat beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:

1.      Menurut Bhattacarya, pengembangan masyarakat adalah pengembangan manusia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia untuk mengontrol lingkungannya. Pengembangan masyarakat merupakan usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk berorganisasi, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. Menurut pemahaman saya disini lebih singkatnya adalah manusia didorong untuk mampu membuat keputusan, mengambil inisiatif dan mampu berdiri sendiri dengan tujuan membawa kepada perubahan.

2.      Menurut Com. Dev. Handbook, pengembangan masyarakat adalah evolusi terencana dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya yang ada dalam masyarakat. Singkatnya disini menurut pemahaman saya adalah sebuah proses dimana anggota masyarakat melakukan aksi bersama dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

3.      Menurut Sudjana, pengembangan masyarakat mengandung arti sebagai upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh, untuk dan dalam masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup penduduk dalam semua aspek kehidupannya dalam suatu kesatuan wilayah.[5] Menurut pemahaman saya singkatnya disini suatu masyarakat atau kumpulan dari orang-orang yang berpengaruh di masyarakat dapat melakukan perubahan guna untuk kesejahteraan hidup bersama.

4.      Menurut Yayasan Indonesia Sejahtera, pengembangan masyarakat adalah usaha-usaha yang menyadarkan dan menanamkan pengertian kepada masyarakat agar dapat menggunakan dengan lebih baik semua kemampuan yang dimiliki, baik alam maupun tenaga, serta menggali inisiatif setempat untuk lebih banyak melakukan kegiatan investasi dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik.[6]

Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan dalam suatu kesatuan wilayah ini mengandung makna bahwa pengembangan masyarakat dilaksanakan dengan berwawasan lingkungan, sumber daya manusia, sosial maupun budaya, sehingga terwujudnya pengembangan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan masyarakat Islam merupakan sebuah proses peningkatan kualitas hidup melalui individu, keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan kekuasaan diri dalam pengembangan potensi dan skill, wawasan dan sumber daya yang ada untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan mengenai kesejahteraan mereka sendiri sesuai dengan petunjuk-petunjuk Islam.

Community Development Program (Program Pengembangan Masyarakat) merupakan suatu progam/proyek yang bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pembangunan.

 

C.     NILAI DASAR DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

Kegagalan program pengembangan masyarakat baik yang dikerjakan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha dan masyarakat sendiri dikarenakan nilai-nilai normatif yang sedianya di implementasikan dalam kegiatan tersebut tidak berjalan dengan baik. Banyak program pengembangan masyarakat yang tidak memiliki dampak apa-apa karena adanya budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaannya.

Nilai-nilai yang melandasi pengembangan masyarakat islam yaitu:

1.      Nilai kejujuran (transparansi), berdasarkan pemahaman saya mengenai nilai ini harus melekat pada setiap insan-insan yang mengelola atau terlibat dalam kegiatan pengembangan tersebut karena sebagai dasar untuk mewujudkan keberhasilan program tersebut.

2.      Nilai keadilan, keadilan berarti bahwa pelaksananan pengembangan masyarakat tersebut memberikan peluang yang sama kepada seluruh kelompok sasaran baik secara teknis maupun penguatan kapasitasnya. Adil dan merata adalah nilai yang perlu ditanamkan dalam kegiatan tersebut. 

3.      Nilai kepercayaan (trust), berdasarkan pemahaman saya mengenai nilai kepercayaan ini barati bahwa pelaksana maupun kelompok sasaran yang akan diberdayakan dapat di percaya untuk turut terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat kemudian sebaliknya, masyarakat juga harus percaya kepada pelaksana pemberdaya hingga saling mengerti dan saling memahami. Tujuannya untuk terciptanya hidup yang sejahtera.

4.      Nilai kebersamaan dan saling tolong menolong, melalui kebersamaan, indikator antarhubungan di dalam suatu proyek, program dari permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan masyarakat akan terasa ringan dan mudah untuk dilaksankannya.

5.      Nilai kepedulian, kepedulian berarti komitmen yang tinggi dari anggota masyarakat yang lain untuk secara sadar berbagi dengan anggota masyarakat yang lainnya. Berbagi disini berdasarkan pemahaman saya dapat berupa material maupun non-mateial. Dalam ajaran islam sendiri-pun sangat dianjurkan untuk dilakukan umatnya. Dalam Al-Qur’an kata “Sedekah”.

6.      Nilai berorientasi kepada masa depan, pengembangan masyarakat islam menitikberatkan pada kehidupan masa depan, dimana bumi tempat kita berpijak merupakan titipan anak cucu kita, berati kekayaan sumber daya alam tidak boleh diambil semua oleh kita yang sekarang ini.[7]


 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Berdasarkan pada penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan Pengembangan masyarakat adalah pengembangan manusia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia agar mengontrol lingkungannya, sehingga dari potensi yang ada dijadikan bahan unggul untuk bersaing. Tidak menutup kemungkinan diri sendiri sebagai manusia yang pastinya memiliki kekurangan, akan tetapi kekurangan itu bisa kita tutupi dengan kelebihan yang di miliki sebagai daya tarik dalam upaya pemberdayaan masyarakat ini. Terlepas dari itu sebagai pemberdaya juga dapat menganalisis masalah-masalah dampak yang timbul di masyarakat serta meminimalisir masalah sosial yang timbul di masyarakat baik itu dari aspek ekonomi, sosial dan budaya.

Pengembangan masyarakat disini merupakan upaya melakukan perubahan kepada masyarakat yang belum berdaya dengan usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk bersaing, berorganisasi, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya, dengan tujuan agar dapat memahami potensi diri sehingga menjadi peluang untuk maju kedepannya membawa perubahan baik di masyarakat.

 

 

B.     Kritik dan Saran

Demikianlah makalah tentang “Pengertian Sistem dan Dasar Pengembangan Masyarakat Islam” yang telah saya paparkan. Saya sangat menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan untuk perbaikan. Harapan saya, semoga makalah ini dapat memberi pengetahuan baru dan bermanfaat bagi kita semua.


 


DAFTAR PUSTAKA

Abu Suhu, dkk., 2005. Islam Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga

Annonymous, 2011. Pengembangan Pengorganisasian Masyarakat, Jakarta: ttp.

Arif Budimanta dan Bambang Rudito, 2008. Metode dan Teknik Pengelolaan Community Development Jakarta: CSD

Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya. Bandung: Linggajaya.

Dr. M. Din Syamsuddin, 2002. Etika membangun Masyarakat Madani, Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Robert G. Murdick, dkk. 1991. Sistem Informasi untuk Manajemen Modern. Jakarta, Erlangga.

Tata Sutabri, 2012. Konsep Sistem Informasi, Yogyakarta, Penerbit ANDI.



[1] Robert G. Murdick, dkk. Sistem Informasi untuk Manajemen Modern. (Jakarta, Erlangga, 1991), hlm. 6

[2] Tata Sutabri, Konsep Sistem Informasi, (Yogyakarta, Penerbit ANDI, 2012), hlm. 16

[3] Azhar Susanto. Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya. (Bandung: Linggajaya, 2000), hlm. 3

[4] Arif Budimanta dan Bambang Rudito, Metode dan Teknik Pengelolaan Community Development (Jakarta: CSD, 2008), hlm. 33.

[5] Abu Suhu, dkk., Islam Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. (Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, 2005), hlm. 27.

[6] Annonymous, Pengembangan Pengorganisasian Masyarakat, (Jakarta: ttp., 2011), hlm. 47.

[7] Dr. M. Din Syamsuddin, Etika membangun Masyarakat Madani, (Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 2002), hlm. 95.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar